Header Ads

Guntur Romli, Saksi Fakta Dari Pemerintah ini, Diduga Berdusta Di Atas Sumpah!


Hasil gambar untuk guntur romli

Jakarta, Gelaran sidang PTUN dalam rangka keadilan dengan Perlawanan Hukum oleh Hizbut Tahrir Indonesia terhadap Pemerintah atas pencabutan status badan hukum perkumpulan yang dimilikinya kembali di gelar Kamis (08/03).

Hari ini, dihadirkan saksi fakta dari pihak tergugat, Guntur Romli. Guntur Romli yang terkenal aktivis PSI dan juga Islam Liberal ini telah melakukan kedustaan dibawah sumpah.

Guntur Romli, secara fasih mengajukan berbagai tuduhan palsu terhadap HTI dipersidangan dengan berbagai keterangan yang diberikan. Kadangkala tudingan itu diklaim melalui penglihatan, pendengaran dan kejadian yang dialami sendiri. Kadangkala, juga ngeles tudingan didasarkan pada informasi yang diperoleh melalui internet.

Majelis hakim sempat mengingatkan, agar Guntur Romli fokus memberi keterangan seputar apa yang diketahui dan dialami sendiri oleh saksi, bukan mengutip informasi dari internet atau sarana lainnya. Artinya, sudah tepat hakim membatasi kesaksian hanya pada apa yang saksi ketahui atau alami sendiri. Bukan kesaksian testimoni de auditu.

Menurut Ahmad Khazinudin,SH (Koalisi 1000 Advokat Bela Islam) menuturkan beberapa kedustaan yang dilakukan oleh Guntur Romli dalam persidangan tersebut.

"Pertama, Guntur mengaku telah mengkaji seluruh kitab HTI dalam waktu 6 (enam) bulan. Guntur juga berapi-api menjelaskan berbagai kesimpulan yang diperoleh dari kajian yang dilakukan," begitu uraian yang dituliskan Oleh Ahmad dalam status sosial media.

"Ketika dikonfirmasi oleh jubir HTI mengenai kajian yang dilakukan, apakah Guntur Romli mengkaji atau sekedar membaca? Guntur baru mengakui, dirinya tidak mengkaji melainkan hanya membaca," tulis Ahmad Kembali.

Selain itu, Ahmad Khazinudin juga menambakan sejumlah fakta persidangan yang terjadi diantaranya sbb:
Kedua, Guntur berdusta atas klaim telah membaca semua kitab HTI. Setelah dirinci dengan pertanyaan apa sudah membaca kitab Ajhizah ketika berada di Mesir, Guntur menjawab tidak. Ini pengingkaran pada keterangan awal yang mengklaim telah mengkaji semua kitab-kitab HTI, kemudian berubah dengan klaim telah membaca semua kitab-kitab HTI. Dan terakhir, klaim atas pembacaan semua kitab HTI kembali didustaan oleh Guntur sendiri.

Ketiga, Guntur juga dusta perihal kitab-kitab HTI yang diklaim melulu membahas Khilafah. Padahal, kitab-kitab HTI sangat variatif. Ada kitab yang membahas masalah ekonomi Islam seperti kitab Nidzamul Iqtishodi fiil Islam. Ada kitab min muqowimat nafsiyah Islamiyah, kitab yang sengaja dikaji agar setiap muslim memiliki kepribadian Islam. Ada kitab yang membahas tentang interaksi sosial ditengah masyarakat, khususnya terkait hubungan pria dan wanita serta apa yang terkait dengannya, seperti dalam kitab Nidzamul ijtimai fiil Islam.

[www.al-khilafah.net]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.